Rss Feed
  1. Sekuat Kata dalam Suratmu

    Tuesday, April 21, 2015



    Tiap lekuk wajahmu semakin lekung gariskan tubuh yang perlahan terkikis
    Gelap tak niscaya sinar dalam sorot mata yang teduh namun redup
    Wajahmu menyimpan sakit dalam raga dan hatimu dik

    Ku dendangkan lagi nada nada tulusmu dalam secarik surat singkat untuk sang Rabb
    Surat yang kau tulis satu setengah tahun lalu, sehari setelah bertambahnya usiaku
    Terluapkan luka berbalut duka dalam takut bimbang akan cinta yang tak jua memeluk istana kita
    Aku tak pernah seperih ini membaca tulisanmu
    Untuk semua duka yang harus tergoreskan dalam emasnya jalanmu,
    Untuk semua kata yang harus kita telan di dalam ruang bisu perkara tiap pribadi
    Aku yakin, ini nikmat yang terlalu kaya untuk kita

    Belum dua dekade kau menapak jejak di atas tanah atas izin-Nya
    Masih panjang cerita terukir di atas altar hidupmu hai pangeran kecil
    Jangan lagi redup
    Kau tak boleh sasar akan asa yang tertular nafsu
    Kau terlalu tangguh untuk kalah
    Semua proses dalam peliknya cerita ini, kau tokohnya
    Tenanglah, ikhlas, yakini itu..

    18.37
    21 April 2015

    Sepulang tengok kemoterapi kedua adik di RSCM
    |


  2. 0 komentar:

    Post a Comment