Rss Feed
  1. Menetap Dalam Bingkai Alurmu

    Wednesday, April 15, 2015

    Gerimis datang, selimuti malam yang terus merangkak naik di ujung Jakarta
    Temani aku mengeja waktu di stasiun kereta selarut ini

    Di antara bisingnya ibu kota
    Di antara penuhnya manusia berjejal tanpa ampun mengejar metropolitan
    Di antara kusutnya wajah sisa lelah seharian ini
    Di antara remuknya tubuhku, hanya mendamba rehat
    Di antara fikiranku yang tumpang tindih berlari
    Tapi ternyata, kamu masih terus membayang
    Mengelabuhi aku dengan rindu yang terlalu kental
    Aku bisa gila

    Kamu harus tau
    Aku tidak bisa pergi
    Menetap pilihanku
    Aku menunggu bingkai alurmu
    Karena setulus-tulus hati ini, tak pernah senyaman goresan sajak seorang seniman malam

    Telah hangat kau menuntunku mengerti ikhlas mencinta
    Telah panjang mimpi kita ukir untuk nanti
    Telah penuh percayaku akan kamu
    Aku ingin menjadi penghebatmu
    Memungkinkan semua kata dalam cita bersama cinta kita
    Atas nama Allah, semoga di Ridhoi-Nya

    20.38
    Stasiun Pondok Ranji, setelah perjalanan panjang hari ini, 15 April 2015

    |


  2. 0 komentar:

    Post a Comment