Rss Feed
  1. Rindu Berbalut Doa

    Wednesday, April 15, 2015

    Tidurku tak lelap semalam tadi
    Gelisah tak keruan mimpi
    Menunggu sapa manismu seperti malam-malam bulan kemarin

    Aku bukan lelah, hanya terlalu pilu dalam rindu yang mengganggu
    Terlalu kelu karna acuhmu yang sungguh menyakitkan
    Jika itu dukamu, berkatalah, sisihkan dukamu untuk kau bagi dengan aku
    Itu yang disebut dengan cinta

    Pukul tiga aku terjaga
    Membuka jendela yang biasa kita bertukar sapa
    Kosong ternyata
    Kau masih angkuh memelihara kata

    Karena doa adalah ungkapan paling rahasia,
    Aku bersujud dalam air mata yang harus tumpah karna rindu akan kamu
    Ku dendangkan ungkapan hati di atas sajadah menembus pagi segelap ini
    Atas jarak yang akhirnya lagi kau ciptakan
    Terlalu sesakkanku untuk rindu yang kau untai sejauh jauh ucap terdengar

    Aku tak bisa pergi, aku tak lelah untuk menetap
    Hanya ingin melihatmu datang
    Karna bunga ingin diperjuangkan sebelum di petik
    Kemarin datang empat kumbang menganggu
    Tertampik semua untuk tulusnya bunga ini menunggu
    Menunggu cinta yang sudah terjalin satu purnama ini
    Katanya, kita sudah menyatu
    Aku hanya bisa berdoa

    03.24
    15 April 2015

    |


  2. 1 komentar:

    Post a Comment