Rss Feed
  1. Rindu Berbalut Luka Bisu

    Thursday, November 29, 2012



    Kelamnya malam ini tak mampu kaburkan pandanganku akan bayangmu
    Saat lalu kita langkahkan kaki hanya berdua
    Merangkai cerita dengan tawa yang dulu tak pernah habis kita bagi

    Di taman ini, kemarin kau ucapkan kata manis perekat hati
    Walau kini hanya bayangmu yang tersisa, tapi aku tak akan lupa
    Karna cintaku sederhana

    |




  2. Pagi ini ada seribu bayangmu hantui rinduku
    Merasuk sukma tularkan pilu yang membiru
    Aku tak mengerti mengapa begitu panjang jarak yang kau ukir untuk kita
    Diam bukanlah pintaku

    |




  3. Melihatmu tertawa bersamanya entah apa yang berkecamuk di dada
    Aku tak tau ini apa, dan tak ingin tau
    Aku tak percaya mengapa titik-titik hangat itu harus jatuh dalam pelupuk mata
    Sesak, itu yang kurasa ketika kau bersamanya

    Aku tak mengerti asa ini bernama apa
    Kau adalah pelita disaat cahayaku meredup
    Bahumu terlalu hangat untuk tidak kucari
    |


  4. Karena Tidak Mungkin

    Tuesday, November 27, 2012



    Malam menjemputku dengan sejuta cinta yang kau titipkan di senyum rembulan yang cantik berbingkai wajah separuh
    Dengan kereta cintamu kau bawa raga ini ke pelupuk penghapus rindu
    Wajahmu yang selalu ku nanti di ujung subuh
    Menyapa tulus bertabur kasih yang merekah

    Malam ini tak ada kata yang pantas wakili bahagiaku yang membuncah
    Aku terlalu mencintaimu
    Tawa yang kita bagi tak akan terhapus walau dengan luka yang selalu mengiris

    Kau tak akan pernah tau sekental apa rasa ini
    Yang kumau hanya tawamu dan aromamu hadir dalam tiap detak jantungku
    Karena kita tidak mungkin

    23.26
    10 Mei 2012
    |




  5. Sore bergerak sendu menjemput rindu yang membiru
    Harap itu terlalu kosong untuk ku nanti
    Aku hanya ingin mendengar suaramu menyulam harmoni
    Hadirkan seberkas cinta dalam kelamnya rindu

    Kututup lagi mata yang terlalu nanar menanti senyum
    Ku bisui lagi bibir yang terlalu kelu memendam kata

    Bayangmu terlalu pudar untuk terus kukejar
    Pernahkah engkau membasuh peluh yang mengalir di dahiku
    Satu pintaku, sudahi semua permainanmu yang terlalu lucu ini
    Aku letih..

    18.15
    25 Maret 2012
    |


  6. Tak Pernah Seperih Ini

    Thursday, November 8, 2012




    Hari ini semua terasa kelu tanpa rasa
    Mendung tak terbendung hiasi langit yang tampak menahan tangis
    Seakan mengerti akan luka di hati, aku menangis bersama hujan

    Tak jua reda, hantarkan dingin yang menusuk, tapi mengapa sakit itu semakin kentara
    Aku hanya merindumu,
    Menunggu harap yang lalu kau bisikan di malam-malam panjang kita
    Terlalu bodoh!

    Mengertilah, menunggumu tanpa lelah membuatku gila
    Cinta tak pernah seperih ini, hanya luka berselimut duka dalam harap yang tega kau bingkis untukku
    Jangan biarkan aku membencimu...

    Neduh
    14.59
    17 April 2012
    |


  7. Rindu

    Monday, April 30, 2012


    Ku rangkai lagi kenangan yang lama ku coba kubur dalam masa
    Ku tapaki lagi jalan penuh luka yang lama kucoba acuhkan
    Tapi aku terlalu rindu

    Jalan ini telah banyak mengukir kisah
    Menghias dalam bingkai indah bernama cinta

    Tak lagi kulihat seukir senyummu dalam cerahnya pagi
    Tak ada lagi yang kurindu selain tawamu
    Waktu selalu mengukir rindu yang menggema dalam hati

    01.18
    29 Februari 2012
    |



  8. Angin dengan damai membawa kita terbang menelusuri yang dulu banyak bercerita
    Saat yang selalu kunanti, tak kusangka hampiri ku jua
    Kudekap erat tiap cinta yang terucap dalam kalbu

    Matamu lagi-lagi memanggil asa yang lama kucoba pendam
    Terlalu dalam kau menatap, hantarkan cinta yang lama merindu

    Aku hanya ingin dalam genggammu
    Aku tak tahu mengapa aku terlalu bodoh untuk lagi mencintaimu
    Tak tau mengapa itu mengalir begitu saja
    Karena cintaku tak pernah sesederhana itu

    23.22
    9 Maret 2012
    |




  9. Baris lampu terasa membisu dalam runyamnya kota
    Merunduk biaskan remang dalam setapak jalan
    Malam ini tak kutemui lagi senyum yang dulu sempat menyapa
    Menantimu kini hanya sisakan debu pada rindu yang membeku

    Aku tak ingin kau tau betapa mencintaimu goreskan luka yang pilu
    Hanya berharap pada tatap sayu dan senyum indah yang kau sajikan untukku
    Aku tak mengerti makna dalam sapamu waktu dulu
    Memelukku hangat dalam kenangan yang membiru

    Tak kujumpai lagi sinar yang dulu sempat merayap hangat dalam kalbu
    Tularkan asa bernama cinta yang ku tak tau mengapa
    Tak ku hirup lagi aroma bersahabatmu yang selalu ada dalam tiap sepiku
    Aku merindu...

    02.03
    19 Februari 2012
    |




  10. Karena aku hanyalah perempuan berkerudung duka..
    Menyingkap air mata agar selalu terukir senyum
    Walau perih, pilu tak terlukis..

    17.20
    19 Februari 2012
    |


  11. Merindu Senyummu

    Monday, February 20, 2012

    Gerimis satu persatu mencoba basahi tanah

    Selimutkan malam dengan dingin membeku
    Aku tak mengerti mengapa sunyi masih saja berteman dengan hati
    Walau tawa tak pernah alpa dari bibir, sekedar menutupi

    Pagi yang selalu dinanti tak jua datang
    Tapi menunggunya tak pernah habiskan bosan, walau harus sesepi ini

    |


  12. Indah Penghadir Senyumku

    Thursday, January 26, 2012


    Ketika tiada lagi kata
    Hanya rasa cinta yang mampu mereda
    Bagaikan dekapan jiwa
    Membuat cinta bagaikan nada

    Ku lihat senyummu tebarkan aroma cinta
    Lepaskan pesona sejuta rasa
    Tatapmu terlalu melekat dalam jiwa
    Tularkan cinta bernada indah
    |



  13. Hujan semakin larut temani malam
    Hiasi galau yang gigil akan rindu
    Pernahkah kau mengerti akan hati yang pilu menanti?
    Ratapi rasa yang tega bergumul dalam hati
    |



  14. Hujan di penghujung sore ini terlalu pilu, lukiskan duka beraroma lara
    Sajikan secangkir kisah yang telah bosan ditaburi garam
    Hangatnya luka belum jua sembuh dari memar
    Tapi biru akan melulu terlukis
    |


  15. Malam kian turun hantarkan kelam
    Berteman bulan yang sedaritadi lukiskan senyummu
    Mungkin ini rindu, karna lama tak bersua
    Walau sunyi akan kata, tapi aku ingin jumpa
    |


  16. Menjaga Senyummu

    Monday, January 23, 2012

    Sunyi pekakan hati yang telah lama kosong
    Getarkan cerita yang belum mau terusik
    Tetap menanti walau tercabik tak berperasa
    |


  17. Malam ini lagi lagi sunyi hantarkan rindu
    Tentang takut yang kalut dalam hati
    Ingin ku intip hatimu,
    Agar kubaca bait apa yang tertulis di sana untukku

    |


  18. Bekunya hujan tak mampu pulihkan gejolak yang menari
    Selalu hangat sisipkan makna dalam mata
    Dingin ini tak pernah habiskan indah yang kau sapa
    Biar diam dalam kata, tapi kita hangatkan jiwa

    |