Rss Feed
  1. Sunyi tak Berujung

    Thursday, May 19, 2011


    Tak pernah aku rasakan segelap ini
    Sebenarnya terang, tapi entah tak kurasa setitik pun cahaya

    Menikmati gerimis dengan hati ungu membeku
    Terselip butir-butir harap di antara penat kota
    Melingkarkan tanya akan makna yang kian mengusik
    |



  2. Entah mengapa hati ini membuncah membacamu
    Bersemangat sangat penuhi pintamu
    Akan kutemui kau, yang telah menungguku
    Kan ku bingkisi kau dengan senyum sukses penuh makna

    |


  3. Sajak Cinta Terluka

    Wednesday, May 11, 2011


    Sajak duka tak pernah henti goreskan pena
    Tentang rasa yang mengalun bernama cinta
    Tak ada perih selain pilu

    Duka ini tak pernah usai kelabukan dunia
    Menggores tiap dinding hati dengan tintanya yang basah
    Tak ada yang kuasa menghapus, selain tulus dan pupus

    Sesimpul itu kau sunggingkan senyum
    Mencoba hadirkan sepercik cinta,
    meski kau tahu, luka itu masih menganga

    Inikah yang kau sebut damai?
    Merajut hidup dengan jarum yang selalu menusuk jari
    Sudahlah, kau obati dulu luka di jarimu
    Agar tak ada lagi noda di baju kusammu

    Jakarta, 9 Mei 2011
    *dengan bubuhan judul dari Rahmah Amalyah
    |


  4. Pekat Malam Penghantar Pilu

    Friday, May 6, 2011


    Malam ini terlalu pekat untuk kutuliskan kisah tentang perih
    Sunyi tak akan beri jawab akan tanya yang beribu
    Cahaya tak lagi beri jalan di malam sepilu ini

    Apakah aku terlalu mendusta pada alam?
    Meminta damai, apakah salah?
    Sepi ini telah bosan menemaniku menangis
    Tak adakah suara yang bisa keringkan air mata?

    |


  5. Photo by: Putri Rizki

    Gemerisik pantai alunkan lagu sendu sembilu
    Hantarkan cinta yang membiru
    Tak ada lagi selain biru

    Hendak kemana akupun tak tau
    Hanya berjalan berdamping ombak bersama sunyi
    Hingga sampai pada ujung
    Yang tersisa hanya laut yang semakin membiru

    Pari, 1 Mei 2011
    |


  6. Pantai Kerontang

    Thursday, May 5, 2011

    photo by : Aliya Mu'afa
    Pantai ini terlalu sunyi untuk lepaskan rindu
    Angin ini terlalu ngilu untuk sisipkan pesan

    Adakah harap untuk kutunggu di dermaga yang kosong?
    Terlalu letih aku berteman ombak menantimu

    Tak inginkah engkau merapat di pantai yang kerontang ini?

     Pari, 30 April 2011
    |