Rss Feed
  1. Pekat Malam Penghantar Pilu

    Friday, May 6, 2011


    Malam ini terlalu pekat untuk kutuliskan kisah tentang perih
    Sunyi tak akan beri jawab akan tanya yang beribu
    Cahaya tak lagi beri jalan di malam sepilu ini

    Apakah aku terlalu mendusta pada alam?
    Meminta damai, apakah salah?
    Sepi ini telah bosan menemaniku menangis
    Tak adakah suara yang bisa keringkan air mata?

    Mungkin aku sudah terlalu bodoh memaksakan kuat
    Mempercayai ego ketimbang hasrat
    Memilih sendiri di tempat yang akupun tak mengerti mengapa aku di sini
    Kini, aku sudah jatuh terpuruk tanpa teman
    Bahkan sepi pun tak datang menemani

    Kelam ini terlalu pekat, sampai aku tak mampu melihat

    Jakarta, dini hari 6 Mei 2011
    |


  2. 3 komentar:

    1. chaerunisa said...

      khoi... bagus deh puisinya.. hmhmm.. udah pernah coba dikirim ke media cetak blm? lumayan kl puisimu diterima, kan dpt hak royalti.. hehehhe

    2. terima kasih :)
      hem, belom nyoba ngirim ke media diriku

    3. Anonymous said...

      coba lah khoi.. siapa tau rejeki mu.. hehehh

    Post a Comment