Rss Feed
  1. Bincang Hati Pagi Ini

    Friday, April 17, 2015



    Aku bertandang ke taman penghabis penat jumat pagi ini
    Menuntaskan duka yang terus merundung tak mau usai
    Berbincang dengan angin ramah mengusap pipi
    Menumpahkan rindu yang tak jua lekang di setiap denyut nadi

    Mendendangkan syair dalam hati
    Berdamai dengan jemari yang lagi mengetukkan aksara dalam layar
    Karena ruang ini aku beri nama puisi
    Berlama-lama menghabiskan waktu untuk sendiri
    Sekedar mematut bayang diri di atas kolam pagi secerah ini
    Lalu aku bertanya pada pantul wajah di atas tenang air
    Hendak kemana? Apa yang terus jua kau tunggu? Lalu apa lagi yang kau takutkan?

    Nikmat Tuhan mana lagikah yang kau dustakan?
    Seduka dukanya luka dalam istanamu?
    Sekelam-kelamnya harmonis yg belum jua menghampiri asalmu?
    Sedalam-dalamnya penyakit yang mengganggu pangeranmu?
    atau sejauh-jauhnya pelipur rindumu yang belum hadir menemuimu?

    Semua akan luruh dalam balutan doa, seromantis cintamu kepada Sang Rabb
    Karena tidak selalu duka yang ada dalam skenario hidup
    Dan tidak melulu gelap dalam singgasana langit-Nya
    Ketika malam semakin kelam, maka matahari sebentar lagi akan terbit

    Tersenyumlah,
    Kita sudah akrab dengan duka dan luka
    Dalam cengkraman kalut, takut dan mata berkabut
    Makhluk seperti kita bisa hidup hanya karena makna ikhlas, syukur dan tawa
    Kembalilah pada hakikinya kehidupan
    Jangan lagi tertutup kotak mimpi, buka selebar cakrawala akan menyambutmu
    Karena kamu adalah pemenang

    10.06
    17 April 2015

    Taman Soeropati, Jakarta
    |


  2. 0 komentar:

    Post a Comment