Rss Feed
  1. Pesona Sastra

    Saturday, April 11, 2015



    Aku ingin menulis saja
    Menghabiskan waktu di antara tarian kata
    Memabukkan diri akan pesona sastra
    Menghilangkan raga, hingga yang tersisa hanya sejarah karya

    Aku tak akan berhenti menyulam kata hadirkan makna
    Tak bosan bertasbih di bait bait cerita
    Menikmati rindu, cinta, mimpi dan perjalanan yg berputar di antara kita
    Bagai spektrum cahaya, tampilkan pelangi dipenghujung senja

    Sajak meniti pelita, hidupkan asa sekosong-kosong jiwa
    Mengeja nikmat di setiap perkara, berdamai ketika syair tergores di ujung pena

    Serupa nebula, kemilau anggun di antara bintang membingkai sketsa
    Ku rangkai mimpi menjadi arsitektur makna
    Aku jatuh cinta pada sastra, diantara sulaman kata


    11.49
    Jakarta, 11 April 2015

    Karena puisi itu sakral bagiku, adalah ungkapan paling jujur dari hati dan fikiran.
    Dan puisi adalah bagian dari sastra yang kaya. Pesonanya begitu memabukkan dalam permainan kata. Sastra itu adalah candu. 
    Kau bisa terlihat begitu anggun, cerdas, bijak, matang, dewasa, atau justru kau akan terlihat begitu luka, jatuh, lemah, tengik bahkan terbelenggu kemunafikan di dalam berbait bait sastra. 
    Sastra adalah kehidupan ♡

    |


  2. 0 komentar:

    Post a Comment