Rss Feed
  1. Malam Angkuh

    Tuesday, April 14, 2015

    Aku tak pernah membenci malam
    Ia terlalu tenang, mesra dan menghanyutkan utk bisa dibenci

    Malam
    Walau kelam
    Tapi mampu buatku tenggelam
    Mengajarkan butir-butir sajak
    Menggoreskan seni pada ritme cinta
    Pada kata yang terlalu sakral, rindu

    Rindu menjalar perlahan, namun pasti mencekik
    Sesak, tertelan bisu di antara sunyi
    Sunyi sang malam

    Lalu malam pasti datang, setelah petang menghantar bersama kumbang
    Tapi dekapan malam akan merenggang, ketika fajar harus menyapa
    Karena tidak ada kata abadi,
    Maka jangan kau tanam percaya pada hati manapun
    Siapapun, akan memanjakan ego di antara cintanya yg angkuh

    Ah, rasanya kata percaya begitu kosong di hati itu
    Tak bernilai
    Tanpa penghargaan
    Aku pun akhirnya meragu
    Titik nadir pasti akan ditemui
    Ketika kosong terlalu sering menyongsong, di antara upaya yang ternyata tak bisa bersambut kasih
    Kosong
    Semu
    Serupa bayang cinta

    Malam pun tak seramah biasanya, setelah genap satu rembulan

    12.22
    14 April 2015

    |


  2. 0 komentar:

    Post a Comment