Rss Feed
  1. Untuk Perempuan

    Friday, May 22, 2015

    Berpatut patut dibalik cermin
    Sekedar berbincang pada wajahnya sendiri
    Lalu ia tersenyum, tertawa, sampai akhirnya matanya memudar
    Air mata tak terbendung dalam jujurnya

    Bukan kali pertama luka tersimpan di lembah hatinya
    Dan lagi lagi marah pada diri yang rela tersungkur
    Memaki pantulan cermin, luapkan kata yg tertahan di bibir

    Tapi senyumnya tak pernah cela
    Tawanya masih sempurna dibagi dalam ruang cinta
    Dzikir sujud tak henti mendoakan kasihnya

    Karena perempuan terlalu naif untuk dipandang rapuh
    Pun terlalu tega untuk dibiarkan terus dan lagi tergores luka

    Matanya tetap bulat jeli hantarkan senyum di ujung bibirnya
    Lalu apa kau lihat sinar disana?
    Sudah mati bung, itu hanya topeng cantiknya menutup kecewa
    Tak ada kata penghantar asa di bola matanya, bisu tak terpecahkan

    Untuk perempuan yg sempurna diciptakan anggun oleh-Nya
    Muliakan diri, jangan lagi izinkan diri terjatuh dan berdiam
    Dirimu terlalu berarti untuk dunia
    Tersenyumlah tanpa noda, biar buramnya hati, kita simpan di ujung sujud sembah

    08.05
    21 Mei 2015

    |


  2. 0 komentar:

    Post a Comment