Rss Feed
  1. Lelaki di Ujung Dermaga

    Thursday, May 21, 2015



    Menggantung anggun rembulan menggoda
    Sesayup angin timur tiupkan syair pekan kemarin
    Lalu hanya malam berteman seni yg tak pernah alpha
    Sekelam gelap temaram rembulan aduhay

    Lelaki itu tak bergeming sedetik jua
    Hanya melumat habis dapa per dapa tarian laut meliuk lembut
    Tidak pernah sedamai ini,
    Ditempat ini, dermaga kampung kita

    Belum ada kata per aksara pun jua
    Masih mengugu merawat seribu tanya perempuan diseberang sana
    Naif menyimpan asa, hingga busuk lapuk tak ingin dusta
    Tapi kata tak lelah menari
    Berputar seirama simfoni parade laut senja tadi
    Biar mati terkenang cerita, terekam abadi dalam sajak cinta

    Lelaki di ujung dermaga
    Seribu doa, selaksa mimpi, sekelu memori
    Berganti dua rembulan dalam tiap sujud sepertiga malam
    Biar namamu terbawa pelukan tarian ombak pagelaran laut

    00.24
    Jakarta, 21 Mei 2015

    Untuk lelaki di Ujung Dermaga Timur Indonesia
    |


  2. 0 komentar:

    Post a Comment