Rss Feed
  1. Ketika Senja Temui Malam

    Saturday, June 13, 2015

    Senja kembali menemui malam
    Mengetuk pintu diantara takut

    Lalu disuguhkan secangkir kopi bersama malam
    Tak habis seteguk pun
    Hanya tumpah berjuntai juntai kata yg akhirnya termuntahkan
    Antara jingga bercampur merah wajah senja menahan tangis
    Terlalu pilu dalam satu rembulan ia menelan kata

    Tak pernah sekelu ini
    Tak pernah senja seluka itu

    Lalu hujan tak pernah alpa
    hantarkan dingin memeluk harap yg kian menguap
    Temani senja hingga malam kembali pergi
    Tapi senja terus menunggu malam, tak pernah bosan, tak pernah berhenti haturkan doa
    Hitung detik di antara menit, hanya ingin berdampingan malam
    Menunggu puisi bersama seniman malam

    17.47
    Jakarta, 13 Juni 2015


    |


  2. 3 komentar:

    1. Keren-keren nih (O.O) pemilihan katanya aduuuh (O.O)

    2. Hehehe hobi memainkan diksi mas

    3. Hehehe hobi memainkan diksi mas

    Post a Comment