Rss Feed
  1. Ada Kalanya..

    Tuesday, June 2, 2015



    Ada momentnya, kita membiarkan angin membawa diri melayang dan terjatuh di sebuah titik.
    Ada saatnya kita membiarkan kaki melangkah tanpa arah, hingga akhirnya terduduk di suatu tempat, entah dimana.
    Ada kalanya kita membiarkan hujan menguyur, memeluk kita dengan erat, dengan dinginnya, hingga akhirnya kita gigil dalam peluknya.
    Ada saatnya kita membiarkan fikiran begitu kosong, sekedar menghabiskan waktu dalam lamun beratus-ratus menit.
    Ada waktunya kita merasa begitu pasrah, menjalani segalanya mengalir begitu saja, tanpa ambisi berlebih, hanya ingin damai dalam hati.

    Lalu apakah itu titik nadir tanpa nilai?
    Tentu tidak.
    Karena ini adalah manusia, bukan robot tanpa asa.
    Moment ketika akhirnya kita harus mereda sedikit dalam berlari adalah waktu untuk mengingat kembali apa saja yang sudah kita lalui.
    Atau mungkin itu adalah ketika kita merasa begitu lelah setelah berlari dengan cepatnya, tetapi akhirnya kita tersungkur karena batu di tengah jalan.
    Ketika semua target, cita-cita dan visi tertancap mantap di depan dahi, tapi begitu sulit untuk kita genggam.

    Disaat itulah, kita ruangkan waktu untuk sekedar duduk. Sendiri saja, cukup kita, alam dan pemiliknya yang berdiskusi di waktu itu. Menghabiskan waktu berbincang pada diri sendiri, membiarkan mata menangis dan akhirnya menemui jawaban dalam jiwa sendiri, lalu bersyukur atas batu yang telah Rabb izinkan menjadi musabab tersungkurnya kita.
    Karena semua atas izin dari-Nya
    Sepilu apapun itu, sesakit apapun, sesulit apapun dipercaya, sejatuh-jatuhnya, apapun itu adalah bagian dari skenario-Nya.
    Ketika kita dijatuhkan dalam masalah, terlebih masalah yang begitu besar dan pelik, itu adalah pertanda kita akan naik kelas kehidupan. Kita dimasukan dalam masalah itu karena memang kita mampu, subhanallah, nikmat mana lagi yang kau dustakan. Masih diizinkan mengikuti ujian untuk naik kelas kehidupan. Belajarlah dalam hidup, agar mudah melewati ujian dan mampu naik kelas dengan nilai yang baik.

    Karena semua yang ada didepanmu, dihidupmu, baik ataupun buruk adalah bagian pelajaran kehidupan yg harus kita ikuti sebagai tahapan mengikuti ujian tadi.
    Lalu bagaimana untuk kita mampu naik kelas?
    Mengutip satu part dalam buku '9 Matahari'
     
    "Ada 3 aturan main untuk bisa naik kelas dalam sekolah kehidupan.
    1. Tidak menggunakan jarimu untuk menunjuk dan menyalahkan orang lain
    2. Putuskan rantai dendam yang ada dalam diri kamu
    3. Lalu ikhlaslah
    Ikhlas itu adalah bersyukur bahwa apa yg kita dapat hari ini adalah hal terbaik yang diberikan oleh Sang Pemilik Rezeki. Bahwa, masalah yang kamu hadapi saat ini adalah rezeki terbaik bagi kamu. Ingat, dia tidak pernah salah memilihkan peran dan skenario hidup seseorang."

    Ikhlaslah. Yakini rencana kita tak akan lebih sempurna dibanding rencana sang pemilik kita. Jika apa yang kita rencanakan tidak berjalan, dihentikan begitu saja, berarti rencana yang lebih indah akan segera berjalan atas izin-Nya, bersyukurlah, bersabarlah.
    Skenario Sang Rabb terlalu indah dan sempurna untuk mudah kita pahami, perlu tawadhu dan ikhlas untuk benar benar memahaminya.
    Hidup itu indah, jangan sampai rusak hanya karena nafas kita penuh dengan keluhan dan caci maki.
    Duduklah sejenak, merenung, berdiskusi pada jiwamu sendiri, ikhlas, bersyukur dan berbahagialah.

    Selamat belajar :)

    13.59
    2 Juni 2015

    Welcome JUNE!
     
    |


  2. 1 komentar:

    1. el4 wl13t said...
      This comment has been removed by the author.

    Post a Comment