Rss Feed
    Showing posts with label Malam. Show all posts
    Showing posts with label Malam. Show all posts
  1. Mati Tak Terkecap Rasa

    Thursday, June 16, 2011


    Bulan tampak mengintip malam yang kian beranjak
    Aku tetap berdiri di bawah temaram tanpa tau arah tujuan
    Keram ini hambatku berjalan
    Hanya terpaku pada aspal tanpa ada ujung perhentian

    Di tempat sekosong ini, akupun tak bisa maknai hati
    Terlalu mati, hingga tak lagi terkecap rasa

    Penantianku tak pernah temui buntu
    Walau hati tak lagi mampu menapak
    Aku tak mengerti akan pinta jiwa
    Mungkin seulas senyum yang belum jua berjumpa

    14 Juni 2011

  2. Gigil Selimuti Luka

    Saturday, June 11, 2011




    Malam tak pernah lelah temaniku dengan hangat
    Meski kini aku tengah gigil diselimuti luka

    Malam ini aku takut gerak
    Karena aku tak mau rusak keadaan yang telah berpuing menjadi debu
    Akankah ada pagi menjemputku di stasiun mimpi?
    Menyambutku dengan cerah tanpa awan mendung menutupi,
    akankah itu?



  3. Bulan berdiri anggun temani harap yang mulai mengurai
    Tak lagi ku hirup sejuk, hanya ngilu malam selimuti tulang

    Langit itu luas, tak sesempit yang pernah ku dengar
    Aku punya mata, mengapa tak pernah tatap langit sebebas ini
    Malam ini tak ingin aku dipisahkan dengan bulan
    Ingin ku kisahkan semua padanya
    Akan ku katakan, bahwa aku adalah elang yang bisa terbang bebas jelajahi semesta

  4. Temaram Hati yang Muram

    Wednesday, June 8, 2011



    Senja ini tak kulihat mesra alam mendekat
    Mungkin marah karena tak ada lagi ramah
    Kini, kulepas mentari dengan getir
    Dan menanti rembulan dengan hati ketir

  5. Luka di Pipi Langit

    Friday, April 1, 2011

    Malam ini kulihat ada luka di pipi langit

    Di celah-celah gemintang

    Mungkin merah itu tak tampak di kelamnya lautan malam
    Tapi perihnya terasa sampai ulu hati
    Seperti ditaburi garam rasanya