-
Malam Berteman Bulan
Saturday, June 11, 2011
Bulan berdiri anggun temani harap yang mulai menguraiTak lagi ku hirup sejuk, hanya ngilu malam selimuti tulang
Langit itu luas, tak sesempit yang pernah ku dengarAku punya mata, mengapa tak pernah tatap langit sebebas iniMalam ini tak ingin aku dipisahkan dengan bulanIngin ku kisahkan semua padanyaAkan ku katakan, bahwa aku adalah elang yang bisa terbang bebas jelajahi semestaDiposkan oleh koikhoiriyyah di 1:02 AM | Label: Malam, Puisi, Sunyi | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Kau tuangkan teh dalam cawan-cawan kecil berwarna kelabuPadahal kau tahu, aku tak suka tehTak pernah kau suguhkan aku senyum, walau hanya seulasHanya cawan-cawan bisu tanpa gaungDiposkan oleh koikhoiriyyah di 12:31 AM | Label: Bisu, Puisi, Sunyi | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Sunyi tak Berujung
Thursday, May 19, 2011
Tak pernah aku rasakan segelap ini
Sebenarnya terang, tapi entah tak kurasa setitik pun cahaya
Menikmati gerimis dengan hati ungu membeku
Terselip butir-butir harap di antara penat kota
Melingkarkan tanya akan makna yang kian mengusik
Diposkan oleh koikhoiriyyah di 12:35 PM | Label: Puisi, Sunyi | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Pekat Malam Penghantar Pilu
Friday, May 6, 2011
Malam ini terlalu pekat untuk kutuliskan kisah tentang perih
Sunyi tak akan beri jawab akan tanya yang beribu
Cahaya tak lagi beri jalan di malam sepilu ini
Apakah aku terlalu mendusta pada alam?
Meminta damai, apakah salah?
Sepi ini telah bosan menemaniku menangis
Tak adakah suara yang bisa keringkan air mata?
Diposkan oleh koikhoiriyyah di 12:00 PM | Label: Puisi, Sunyi | 3 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |




