-
Gaung Makna dalam Kalbu
Tuesday, October 4, 2011
Malam ini lagi lagi ku tak tau ucap apa yang bersuara
Terlalu ngilu hingga beku rasanya
Tak ingin kulihat luka bersua di senyummu
Karna hanya makna yang singgah di jiwa
Tak dapat lagi ku ukur galau dalam kalbu
Terlalu pupus bersampul harap yang kelabu
Aku tak tau asa ini bernama apa
Yang ku tau hanya getar yang mengiang dalam kata
Ingin kudengar lagi senandung harap yang kau gaungkan
Tapi ku tau kalau aku tetaplah luka yang menganga
Terlalu kosong, hampa, dan duka...
03.49
04 Oktober 2011Diposkan oleh koikhoiriyyah di 6:45 PM | Label: Cinta, Luka, Puisi | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Dendang lagu terdengar syahdu mengalun dalam rindu
Menanti malam berganti malam
Habiskan detik dalam berbait bait lirik
Mungkin ini yang kubutuh disaat kau terlalu letih untuk dinanti
Dalam tirai harap yang kau buka, tak ku lihat lagi teduh dalam jiwa
Senyummu yang lalu sudah lama berbuah ambigu
Denting melodi tetap bersampul harmoni
Ciptakan sendu bernada pilu
Temani rindu yang membeku
Tak perlu kau hapus indah yang dulu tak sengaja kau ukir
Karena hampa sudah penuhi tiap sudut kenangan itu
02.19
25 Juli 2010Diposkan oleh koikhoiriyyah di 6:00 PM | Label: Hujan, Puisi, Sendu | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Bahagia Dalam Dekap Senyummu
Sunday, June 26, 2011
Hari ini tak terbendung bahagiaku membuncah
Menjalar hingga ubun-ubun
Lama aku merindu senyummu
Tulus tak terkira tularkan cinta
Telah lama kita pasang layar menggagah,
tapi tak pernah kurasa kau sedekat ini
Dapat kurasa hangatmu membasuhku dengan cinta
Dapat kuhitung detak jantungmu berdetik
Diposkan oleh koikhoiriyyah di 9:04 PM | Label: Cinta, Puisi, Senyum | 2 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Mati Tak Terkecap Rasa
Thursday, June 16, 2011
Bulan tampak mengintip malam yang kian beranjak
Aku tetap berdiri di bawah temaram tanpa tau arah tujuan
Keram ini hambatku berjalan
Hanya terpaku pada aspal tanpa ada ujung perhentian
Di tempat sekosong ini, akupun tak bisa maknai hati
Terlalu mati, hingga tak lagi terkecap rasa
Penantianku tak pernah temui buntu
Walau hati tak lagi mampu menapak
Aku tak mengerti akan pinta jiwa
Mungkin seulas senyum yang belum jua berjumpa
14 Juni 2011Diposkan oleh koikhoiriyyah di 3:30 PM | Label: Malam, Penantian, Puisi | 3 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Detik hujan tak henti putarkan waktu
Lewat beku yang kau kirimkan, aku coba redakan waktu
Bertahun tak kau sisipkan makna dalam hatiku
Tapi aku tetap terselimuti gigil masa lalu
Kupandangi lagi jalan setapak yang dulu kau janjikan
Membisu terguyur hujan tanpa usai
Sore ini kau goreskan duka dalam sendu
Bersama senyum sayat, kau lukiskan lara dalam jiwa
Jalan ini masih basah akan rintik, tapi jejakmu tak jua terhapus
13 Juni 2011Diposkan oleh koikhoiriyyah di 3:03 PM | Label: Dia, Hujan, Puisi | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Cinta Berdenyut di Nadimu
Saturday, June 11, 2011
Aku tak tahu rasa yang bergelut di hati ini bernama apaAku tak mengerti debar yang mengalun di dada ini berarti apaYang aku tahu, ada wajahmu di jantungkuDiposkan oleh koikhoiriyyah di 2:28 AM | Label: Cinta, Dia, Puisi | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Malam pun turun temani aku yang semakin tersiksa akan hatiBosan dengan harap yang tak jua merapatMungkin karena aku yang tak coba memintaAtau karna dia terlalu keras serupa karang?Diposkan oleh koikhoiriyyah di 2:13 AM | Label: Cinta, Menunggu, Puisi | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |







