-
Selimut Gigil Masa Lalu
Thursday, June 16, 2011
Detik hujan tak henti putarkan waktu
Lewat beku yang kau kirimkan, aku coba redakan waktu
Bertahun tak kau sisipkan makna dalam hatiku
Tapi aku tetap terselimuti gigil masa lalu
Kupandangi lagi jalan setapak yang dulu kau janjikan
Membisu terguyur hujan tanpa usai
Sore ini kau goreskan duka dalam sendu
Bersama senyum sayat, kau lukiskan lara dalam jiwa
Jalan ini masih basah akan rintik, tapi jejakmu tak jua terhapus
13 Juni 2011Diposkan oleh koikhoiriyyah di 3:03 PM | Label: Dia, Hujan, Puisi | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Cinta Berdenyut di Nadimu
Saturday, June 11, 2011
Aku tak tahu rasa yang bergelut di hati ini bernama apaAku tak mengerti debar yang mengalun di dada ini berarti apaYang aku tahu, ada wajahmu di jantungkuDiposkan oleh koikhoiriyyah di 2:28 AM | Label: Cinta, Dia, Puisi | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Merindumu Bagai Candu
Friday, April 1, 2011
Indahmu bagai pelangi yang selalu kurindu di teriknya pagi
Bagai mega merah di sendunya petang
Bagai rembulan yang menggantung anggun di megahnya malam
Mungkin kau tak pernah mengerti betapa aku merindumu
Aku yang selalu rindu akan senyummu
Diposkan oleh koikhoiriyyah di 2:23 PM | Label: Dia, Puisi | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
Showing posts with label Dia. Show all posts
Showing posts with label Dia. Show all posts



