-
Pangeran Hati
Friday, March 20, 2015
Sore itu hujan turun tak seramah hari-hari kemarin
Gelap tanpa ampun dan tularkan dingin sedalam-dalam sukma
Aku tak mengapa biru membeku senja ini
Asalkan jangan kamu
Berucap dingin tak terkira, pucat pasi tak bisa lagi kau tutupi
Hari itu kamu menangis adik
Serasa runtuh hatiku mendengar isakmu
Tersedak lendir yang bersarang jahat di rongga hidungmu
Sesak mengguncang bahumu yang semakin ringkih
Jangan, jangan lagi kau jatuhkan air matamu
Karena pangeran Ibu akan tetap jadi jagoan istana kita
Matamu masih berkata kalau semua akan baik-baik saja
Masih terasa hangat genggam tanganmu dini hari malam lusa kemarin,
ketika suhu tubuhmu lagi-lagi naik,
Aku akan tetap di sini
Selalu manis terdengar sapaanmu setiap waktu
Karena hanya kamu adikku
Tenang, Allah bersama kita
12 Maret 2015Diposkan oleh koikhoiriyyah di 8:10 PM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Kalut di Antara Hujan
Tuesday, March 17, 2015
Tiba tiba tanpa aba-aba hujan turun dengan kalap
Gelap mengungkung bergantian dengan terang diantara petir
Aku menangis
Sore ini hatiku kembali kalut
Tak menentu, tapi tak bisa berteriak
Karena bibirku kelu
Senyum yang kau hadirkan tadi pagi akhirnya pergi tanpa bekas
Aku menangis tanpa suara
Yang aku takutkan bermalam-malam kemarin akhirnya kau ucap dengan mudah
Cintamu akan dia
Hati-hati pada hati ini, sekali tergores, akan sulit mengobati
Karena cintaku sederhana tanpa syarat,
putih bersih tak ingin lagi terluka
Aku mempercayaimu
15.30
17 Maret 2015Diposkan oleh koikhoiriyyah di 4:33 PM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Tarian Laut
Saturday, January 31, 2015
Awan bergerak perlahan menemui garis laut yang tenang terbentang
Nyanyian laut bersiul mendawaikan sebuah lagu yg tak pernah alpa hadirkan sejuk dalam kalbu
Tarian ombak tak henti berayun sisakan buih yg putih manis menyapaSore ini aku lagi lagi menemui alam-Mu yang selalu bertasbih
Memainkan parade kerajaan alammu yang tak mampu dilukiskan indahnya dengan kataOmbak yg bertemu karang, menghantam tanpa ampun untuk hadirkan permainan mewah tarian laut
Bergoyang tanpa lelah, sempurna tularkan senyum pada wajah yg bulat menanti bulan
Laut terlalu bersahabat dengan lagu dan tariannya yg selalu berpentas tanpa peduli siapa yg disuguhkannya
Karna alam hadir dengan ikhlas untuk menjelaskan tenang, cinta dan makna pada manusiaSyukur sembah beribu anugrah yang Engkau ciptakan
Maha suci Allah dengan segala nikmatnya17.43
19 Januari 2015
Batu Hiu, TasikmalayaDiposkan oleh koikhoiriyyah di 10:52 PM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Hujan Senja Ini
Wednesday, December 10, 2014
Sore lagi lagi menemuiku dgn muram yg tak mau pergi dari wajahnya
Karena waktu tak akan berhenti
Melaju tanpa perduli kamu yg terseret mengikutinya
Terpapah tanpa tau arahHujan bergerak lambat bergeser dari kampung sebelah
Begitu perlahan, seakan gerimis ini menghentikan segalanya
Yg ada hanya aku dgn kosongnya tatap dan bisunya rintik yg perlahan tiupkan semilir udara hujanSemua menjadi begitu tenang seiring hujan yg tersenyum
Menggandengku keluar dari dunia yg bising akan benci dan caci
Seketika hujan menjadi hangat menyejukan, seelok embun di pelupuk pagi
Matahari yg katanya hanya sampai petang menemani, terus menggantung sinar
Bercengkrama dengan anganku yg semakin terbang, hanyut terbawa tenangnya hujan sore ini
Walau pelangi enggan menari, tapi alam tengah manis mendekap
Terima kasih senja, kau masih mampu hadirkan sekulum senyum pada wajahku yg terlalu kosong dari kata cinta17.13
8 Desember 2014Diposkan oleh koikhoiriyyah di 9:16 PM | Label: Aku, Cinta, Hujan, kata, pelangi, Puisi, Senja | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Karena Kita Selalu Berbalut Tawa
Friday, December 5, 2014

Disini, tempat kita ber abu-abu, akan hadir lagi derai tawa yang sama dalam sukses yang melengkung indah Malam terdengar bosan menanti kisah yang telah laluTentang cinta yang merekah dalam semangat belajar dimasa abu abuKawan, tahukah kamu, malam ini aku rindu masa ituTawa renyah tanpa cela tak pernah lepas dalam pelukan kitaBerbagi suka walau duka tak pernah sirna dari mataTapi tak ada yang kami pinta, kecuali bersama habiskan waktu dalam candaTelah lama kita tidak bersua tampa absen seorangpun juaTapi harap itu tak pernah luput dalam dadaKarena rindu telah sampai ke puncak, dan aku tak tau kapan akan terobatiKawan, aku masih tak ingin berbincang tentang jarakJarak yang telah menanti kita di persimpangan sanaYang tidak lama lagi akan kita lalui bersamaTapi aku tidak suka itu, karena terlalu banyak arah di sana yang bersedia pisahkan tempat kita berpijakTapi ingat kawan, hati kita akan tetap bersama tanpa sudi berpisahMenyatu seperti layaknya dulu kita dalam abu abuHangat itu tak akan pernah berubah temanimu meniti langkah menuju indahKarena jiwa kita telah berjanjiDisini, tempat kita ber abu-abu, akan hadir lagi derai tawa yang sama dalam sukses yang melengkung indah
22 Juli 2011Masa muda adalah masa yang berapi-api, dan masa SMA katanya adalah masa yang paling indah.Setidaknya keindahan yang tak pernah usai di masa abu abu itu terekam jelas dalam sebait dua bait puisi ini.Puisi ini sudah tiga tahun lalu aku tulis, dan ditemukan kembali di draft message mobilephone salah satu sahabat di SMA. Senangnya menemukan karya yang masih tersimpan oleh sahabat.Terima kasih kawan kawan SMA ku, begitu bersyukur bisa mengenal, bersaudara dan menjadi salah satu dari kalian. Karena kalian tak ternilai :)Diposkan oleh koikhoiriyyah di 12:50 PM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Untaian kata bernada harmoni rangkaikan sajak yang bernyanyiBiar sayat terus menggores dalam hati, tapi puisi tetap mengobatiKarna aku butuh pena, untuk melukis makna yang menjuntai di jemariMasih tercium semerbak hujan dalam soreBasahi tanah luapkan bau berkawanTak ada yang lebih romantis selain rintik yang sendu mengalunMainkan simfoni luruhkan duka menggantungTak terasa hujan pun hantarkan beku bernada kelabuSemburatkan gigil yang menelusup se dalam dalam hatiTapi hanya rintik yang temaniku dalam petang di tempat seburam ini
21 Juni 2014Diposkan oleh koikhoiriyyah di 12:22 PM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Baru dua malam kita tak bermain kataTerasa kaku namun rinduTak lagi melulu tentang mereka, aku benar menanti kabarmuKu senandungkan lagi nada nada pesan yang kemarin mengantar mimpiAh, rasanya hanya ekspektasiNaif dalam puja yang diam, begitu ironiTerlalu pecundang, tertawa bersamamu dengan tutup mata akan diaTidak mungkin, kau terlalu erat memeluknyaHatiku mencelos ngilu melihat senyummu di capture ituAkupun terbawa oleh canda yang ku cipta sendiriMungkin ….Ini benar hanya tawa yang selalu terumbarIya, kita memang tidak seserius itu21.19
18 November 2014Diposkan oleh koikhoiriyyah di 12:02 PM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
.jpg)

