-
Sajak Pilu Menanti Damai
Thursday, January 26, 2012
Hujan di penghujung sore ini terlalu pilu, lukiskan duka beraroma lara
Sajikan secangkir kisah yang telah bosan ditaburi garam
Hangatnya luka belum jua sembuh dari memar
Tapi biru akan melulu terlukis
Diposkan oleh koikhoiriyyah di 3:53 PM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Malam kian turun hantarkan kelam
Berteman bulan yang sedaritadi lukiskan senyummu
Mungkin ini rindu, karna lama tak bersua
Walau sunyi akan kata, tapi aku ingin jumpa
Diposkan oleh koikhoiriyyah di 11:32 AM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Menjaga Senyummu
Monday, January 23, 2012
Sunyi pekakan hati yang telah lama kosong
Getarkan cerita yang belum mau terusik
Tetap menanti walau tercabik tak berperasa
Diposkan oleh koikhoiriyyah di 12:36 PM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Malam ini lagi lagi sunyi hantarkan rindu
Tentang takut yang kalut dalam hati
Ingin ku intip hatimu,
Agar kubaca bait apa yang tertulis di sana untukku
Diposkan oleh koikhoiriyyah di 12:26 PM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Bekunya hujan tak mampu pulihkan gejolak yang menari
Selalu hangat sisipkan makna dalam mata
Dingin ini tak pernah habiskan indah yang kau sapa
Biar diam dalam kata, tapi kita hangatkan jiwa
Diposkan oleh koikhoiriyyah di 12:15 PM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Gaung Makna dalam Kalbu
Tuesday, October 4, 2011
Malam ini lagi lagi ku tak tau ucap apa yang bersuara
Terlalu ngilu hingga beku rasanya
Tak ingin kulihat luka bersua di senyummu
Karna hanya makna yang singgah di jiwa
Tak dapat lagi ku ukur galau dalam kalbu
Terlalu pupus bersampul harap yang kelabu
Aku tak tau asa ini bernama apa
Yang ku tau hanya getar yang mengiang dalam kata
Ingin kudengar lagi senandung harap yang kau gaungkan
Tapi ku tau kalau aku tetaplah luka yang menganga
Terlalu kosong, hampa, dan duka...
03.49
04 Oktober 2011Diposkan oleh koikhoiriyyah di 6:45 PM | Label: Cinta, Luka, Puisi | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Dendang lagu terdengar syahdu mengalun dalam rindu
Menanti malam berganti malam
Habiskan detik dalam berbait bait lirik
Mungkin ini yang kubutuh disaat kau terlalu letih untuk dinanti
Dalam tirai harap yang kau buka, tak ku lihat lagi teduh dalam jiwa
Senyummu yang lalu sudah lama berbuah ambigu
Denting melodi tetap bersampul harmoni
Ciptakan sendu bernada pilu
Temani rindu yang membeku
Tak perlu kau hapus indah yang dulu tak sengaja kau ukir
Karena hampa sudah penuhi tiap sudut kenangan itu
02.19
25 Juli 2010Diposkan oleh koikhoiriyyah di 6:00 PM | Label: Hujan, Puisi, Sendu | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |







