-
Hati
Saturday, June 28, 2014
Meneguk sehela sejuk
Lewati kerongkongan yang semakin perih
Kelabu tanpa rasa
Semua berlalu tanpa asa
Karena waktuku sama dengan waktumu
tak kurang tak lebih
Bukan ingin selalu keluh kesah,
tapi hati sedang layu
Mau dikata apa? karena memang tak ada yang ingin peduli
Lalu siapa yang obati hati?
Siapkan pundak hanya untuk sekedar bersandar mendengarkan
Lalu siapa yang keringkan air mata?
Karena jiwa terlalu rapuh untuk lagi di tampuDiposkan oleh koikhoiriyyah di 12:49 PM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Sedalam Dekapan Tatap Matamu
Sunday, May 11, 2014
Mengutip lagi kata kata yang terlantun dari bibir manismu
Berputar lagi memori tentang kamu di sedikitnya kisah tentang kita
Kemarin siang, ucapanmu semakin memupuk rasa yang mungkin bernama cinta
Suara halus berputar dan menyentuh tiap sisi gendang telingaku
Kau begitu indah untuk aku lewatkan
Teduh nan dalam tatap matamu malam itu tak jua hilang dari ingatan
Ingin ku selami dan ku urai kata demi kata yang terpendam didasarnya
Aku merindukan tatapanmu itu
Pertemuan-pertemuan singkat kita selalu bertabur senyum makna yang mengikat
Aku hanya ingin terus memandangi senyummu hari ini
Dekap aku dalam sapa dan tatap matamu seperti malam itu, larut nan lekat
Mungkin, aku mencintaimu
8 may 2014
Diposkan oleh koikhoiriyyah di 10:32 PM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Diorama Luka
Wednesday, April 23, 2014
Mengeja detik per detik kataAmati ber lembar lembar sketsaRekam berpuluh puluh ceritaTak kunjung usaiMalam turun bersama embun merambat meter per meter bukitDingin pun tak ingin lekang walau hanya untuk berkedipTerlalu mengurung hingga terkungkung tiada ampunKarena kadang luka harus terselip ditiap gores kisahMengukir tiap perih di lekuk lekuk kataMeledak dalam sunyi tangis tiap sujud sembahJika tuan melihat senyum tersungging kecil diujung bibir nonaHapus setitik hangat yang mulai muncul diujung mata sedetik kemudianTidak mungkin luka itu tak menekan hatinyaTopeng cantik yang terpampang itu sungguh pilu jika harus dibukaTapi malam tak akan berteman hingga akhirKarena pagi akan datang, memeluk hangat dalam cahayanyaDiposkan oleh koikhoiriyyah di 7:58 PM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Ketika Rindu Kau Kurung
Sunday, January 26, 2014
Menikmati lagi tiap nada dalam dendang yang sayup terdengar
di tengah malam dingin
Larik demi larik, kata per kata
Rindu ini terlalu memukul
Menuntut, hingga tak mampu lagi tertampung
Buncah, pecah sampai air mata
Rindu itu mengalir perlahan, lalu mencekikDiposkan oleh koikhoiriyyah di 3:23 PM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Gerimis Malam Itu
Thursday, January 23, 2014
Menikmati gerimis dini hari ini
Begitu manis dalam bekunya, turun perlahan, tularkan dingin hingga kalbu
Rasanya bulan enggan hadir menemani
Rintik terus turun tanpa memberi kesempatan untuk sedikit melepas rindu dengan rembulan
Malam ini sedingin rinduku tanpa berteman rembulan, karena tiap titik gerimis malam ini tak jua mau pergi
00.47
16 Januari 2014Diposkan oleh koikhoiriyyah di 8:20 PM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Aku tak pernah ingin mengerti mengapa setiap detik ini terasa lama
Aku tak pernah ingin membuka memori lalu yang kemarin kau tutup rapat
Aku tak pernah ingin menaruh harap
Karena aku takut, kita tak lagi berjumpa di waktu esok
Aku takut, takut tak mampu memandang kau ketika nanti aku bertandang
Rindu ini sudah terlalu pekat untuk lagi tersakiti
Biarlah cinta ini ku pendam sedalam senyuman terakhirmu untukku waktu itu
00.04
22 Sept 2013Diposkan oleh koikhoiriyyah di 8:11 PM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Bahasa Rindu
Tuesday, January 14, 2014
Mengukirmu dalam tiap lekuk memori
Mengucap namamu dalam tiap sujud
Berulang, namun hanya dalam selaksa jiwaku
Sedalam kelu itu rinduku untukmu
Mengeja lagi butir per butir kata katamu tentang rindu itu
Tiada ucap selain syukur, ketika salam dalam tiap doaku menyapamu
Kilo dan kilo meter jarak kita semakin tak berarti hari ini
Karena aku mencintaimu dalam dekap ridho-Nya
Tunggu Aku...
04.48
14 Januari 2014Diposkan oleh koikhoiriyyah di 5:40 AM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |



