Rss Feed
  1. Hati

    Saturday, June 28, 2014



    Meneguk sehela sejuk
    Lewati kerongkongan yang semakin perih
    Kelabu tanpa rasa
    Semua berlalu tanpa asa

    Karena waktuku sama dengan waktumu
    tak kurang tak lebih
    Bukan ingin selalu keluh kesah,
    tapi hati sedang layu
    Mau dikata apa? karena memang tak ada yang ingin peduli

    Lalu siapa yang obati hati?
    Siapkan pundak hanya untuk sekedar bersandar mendengarkan
    Lalu siapa yang keringkan air mata?
    Karena jiwa terlalu rapuh untuk lagi di tampu

  2. Sedalam Dekapan Tatap Matamu

    Sunday, May 11, 2014

    Mengutip lagi kata kata yang terlantun dari bibir manismu
    Berputar lagi memori tentang kamu di sedikitnya kisah tentang kita

    Kemarin siang, ucapanmu semakin memupuk rasa yang mungkin bernama cinta
    Suara halus berputar dan menyentuh tiap sisi gendang telingaku
    Kau begitu indah untuk aku lewatkan

    Teduh nan dalam tatap matamu malam itu tak jua hilang dari ingatan
    Ingin ku selami dan ku urai kata demi kata yang terpendam didasarnya
    Aku merindukan tatapanmu itu

    Pertemuan-pertemuan singkat kita selalu bertabur senyum makna yang mengikat
    Aku hanya ingin terus memandangi senyummu hari ini
    Dekap aku dalam sapa dan tatap matamu seperti malam itu, larut nan lekat
    Mungkin, aku mencintaimu

    8 may 2014


  3. Diorama Luka

    Wednesday, April 23, 2014




    Mengeja detik per detik kata
    Amati ber lembar lembar sketsa
    Rekam berpuluh puluh cerita
    Tak kunjung usai

    Malam turun bersama embun merambat meter per meter bukit
    Dingin pun tak ingin lekang walau hanya untuk berkedip
    Terlalu mengurung hingga terkungkung tiada ampun

    Karena kadang luka harus terselip ditiap gores kisah
    Mengukir tiap perih di lekuk lekuk kata
    Meledak dalam sunyi tangis tiap sujud sembah

    Jika tuan melihat senyum tersungging kecil diujung bibir nona
    Hapus setitik hangat yang mulai muncul diujung mata sedetik kemudian
    Tidak mungkin luka itu tak menekan hatinya
    Topeng cantik yang terpampang itu sungguh pilu jika harus dibuka

    Tapi malam tak akan berteman hingga akhir
    Karena pagi akan datang, memeluk hangat dalam cahayanya

  4. Ketika Rindu Kau Kurung

    Sunday, January 26, 2014

    Menikmati lagi tiap nada dalam dendang yang sayup terdengar
    di tengah malam dingin
    Larik demi larik, kata per kata

    Rindu ini terlalu memukul
    Menuntut, hingga tak mampu lagi tertampung
    Buncah, pecah sampai air mata
    Rindu itu mengalir perlahan, lalu mencekik

  5. Gerimis Malam Itu

    Thursday, January 23, 2014



    Menikmati gerimis dini hari ini
    Begitu manis dalam bekunya, turun perlahan, tularkan dingin hingga kalbu
    Rasanya bulan enggan hadir menemani

    Rintik terus turun tanpa memberi kesempatan untuk sedikit melepas rindu dengan rembulan
    Malam ini sedingin rinduku tanpa berteman rembulan, karena tiap titik gerimis malam ini tak jua mau pergi

    00.47
    16 Januari 2014

  6. Aku tak pernah ingin mengerti mengapa setiap detik ini terasa lama
    Aku tak pernah ingin membuka memori lalu yang kemarin kau tutup rapat
    Aku tak pernah ingin menaruh harap
    Karena aku takut, kita tak lagi berjumpa di waktu esok
    Aku takut, takut tak mampu memandang kau ketika nanti aku bertandang

    Rindu ini sudah terlalu pekat untuk lagi tersakiti
    Biarlah cinta ini ku pendam sedalam senyuman terakhirmu untukku waktu itu

    00.04
    22 Sept 2013

  7. Bahasa Rindu

    Tuesday, January 14, 2014

    Mengukirmu dalam tiap lekuk memori
    Mengucap namamu dalam tiap sujud
    Berulang, namun hanya dalam selaksa jiwaku
    Sedalam kelu itu rinduku untukmu

    Mengeja lagi butir per butir kata katamu tentang rindu itu
    Tiada ucap selain syukur, ketika salam dalam tiap doaku menyapamu
    Kilo dan kilo meter jarak kita semakin tak berarti hari ini
    Karena aku mencintaimu dalam dekap ridho-Nya
    Tunggu Aku...

    04.48
    14 Januari 2014