-
Selamanya Berkawan
Monday, October 6, 2014
Lalu kenapa selalu namamu yang berputar dalam setiap kisahku?
Selalu namamu yang kucari ketika aku bingung harus apa
Selalu candamu yang mampu melebur semua rasa yang mengganggu
Selalu sosokmu yang kucari ketika sendiri
Kenapa selalu kamu?
Tidak ada takut
Semua terasa mungkin
Semua akan baik
Dan aku akan kuat
Ketika kamu ada disampingku
Cukup Kehadiranmu
Sudah panjang perkenalan kita
Sudah panjang cerita antara kita terucap
Sudah penuh percayaku akan kamu
Tapi kamu tak lebih dari seorang sahabat yang selalu aku cari
Karena kita memiliki untuk selamanya
Selamanya berkawan
21.50
18 September 2014Diposkan oleh koikhoiriyyah di 12:14 PM | 2 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Asa Ini Harus Selesai
Sunday, October 5, 2014
Hujan tak jua hentikan dingin yang terus menjalar
Menghitung rintik yang tak habis sampai magrib
Gelap turun menambah beku yang tak bisa ku elak lagi
Mungkin aku merindumu
Teduh matamu tak pernah alpha mengganggu malam malamku dalam bunga tidur
Tak inginkah kau hadirkan senyum esok pagi untukku?
Siang tadi sapaku terjawab kosong tanpa makna darimu
Senja ini kau putuskan harap yang memang harus aku selesaikan
Karena asa ini tak boleh melekat lebih lama hingga hanya luka yang membekas
Mungkin kau hanya harus tahu,
sikapmu dalam tiap lembar hariku kemarin begitu indah mendayu
Mengukir cerita walau hanya beberapa berkas
Terima kasih untuk senyummu kemarin..
18.49
29 Agustus 2014
Diposkan oleh koikhoiriyyah di 12:05 AM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Sajak Subuh
Saturday, October 4, 2014
Butir per butir tasbih terus berucap dari bibir yang semakin gigil
Udara subuh memeluk setia tak ingin lenggang walau sedetik
Sujudku masih panjang dalam tiap bait-bait rindu
Merintih memohon ampun atas raga dan jiwa yang semakin kotor
bersimpuh menceritakan segalanya dalam hangatnya kalbu,
aku kembali pada-Mu Ya Rabb...
05.13
5 Ramadhan 1435Diposkan oleh koikhoiriyyah di 10:41 PM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Hati
Saturday, June 28, 2014
Meneguk sehela sejuk
Lewati kerongkongan yang semakin perih
Kelabu tanpa rasa
Semua berlalu tanpa asa
Karena waktuku sama dengan waktumu
tak kurang tak lebih
Bukan ingin selalu keluh kesah,
tapi hati sedang layu
Mau dikata apa? karena memang tak ada yang ingin peduli
Lalu siapa yang obati hati?
Siapkan pundak hanya untuk sekedar bersandar mendengarkan
Lalu siapa yang keringkan air mata?
Karena jiwa terlalu rapuh untuk lagi di tampuDiposkan oleh koikhoiriyyah di 12:49 PM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Sedalam Dekapan Tatap Matamu
Sunday, May 11, 2014
Mengutip lagi kata kata yang terlantun dari bibir manismu
Berputar lagi memori tentang kamu di sedikitnya kisah tentang kita
Kemarin siang, ucapanmu semakin memupuk rasa yang mungkin bernama cinta
Suara halus berputar dan menyentuh tiap sisi gendang telingaku
Kau begitu indah untuk aku lewatkan
Teduh nan dalam tatap matamu malam itu tak jua hilang dari ingatan
Ingin ku selami dan ku urai kata demi kata yang terpendam didasarnya
Aku merindukan tatapanmu itu
Pertemuan-pertemuan singkat kita selalu bertabur senyum makna yang mengikat
Aku hanya ingin terus memandangi senyummu hari ini
Dekap aku dalam sapa dan tatap matamu seperti malam itu, larut nan lekat
Mungkin, aku mencintaimu
8 may 2014
Diposkan oleh koikhoiriyyah di 10:32 PM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Diorama Luka
Wednesday, April 23, 2014
Mengeja detik per detik kataAmati ber lembar lembar sketsaRekam berpuluh puluh ceritaTak kunjung usaiMalam turun bersama embun merambat meter per meter bukitDingin pun tak ingin lekang walau hanya untuk berkedipTerlalu mengurung hingga terkungkung tiada ampunKarena kadang luka harus terselip ditiap gores kisahMengukir tiap perih di lekuk lekuk kataMeledak dalam sunyi tangis tiap sujud sembahJika tuan melihat senyum tersungging kecil diujung bibir nonaHapus setitik hangat yang mulai muncul diujung mata sedetik kemudianTidak mungkin luka itu tak menekan hatinyaTopeng cantik yang terpampang itu sungguh pilu jika harus dibukaTapi malam tak akan berteman hingga akhirKarena pagi akan datang, memeluk hangat dalam cahayanyaDiposkan oleh koikhoiriyyah di 7:58 PM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Ketika Rindu Kau Kurung
Sunday, January 26, 2014
Menikmati lagi tiap nada dalam dendang yang sayup terdengar
di tengah malam dingin
Larik demi larik, kata per kata
Rindu ini terlalu memukul
Menuntut, hingga tak mampu lagi tertampung
Buncah, pecah sampai air mata
Rindu itu mengalir perlahan, lalu mencekikDiposkan oleh koikhoiriyyah di 3:23 PM | 0 komentar | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |




