Rss Feed
  1. Gerimis Malam Itu

    Thursday, January 23, 2014



    Menikmati gerimis dini hari ini
    Begitu manis dalam bekunya, turun perlahan, tularkan dingin hingga kalbu
    Rasanya bulan enggan hadir menemani

    Rintik terus turun tanpa memberi kesempatan untuk sedikit melepas rindu dengan rembulan
    Malam ini sedingin rinduku tanpa berteman rembulan, karena tiap titik gerimis malam ini tak jua mau pergi

    00.47
    16 Januari 2014

  2. Aku tak pernah ingin mengerti mengapa setiap detik ini terasa lama
    Aku tak pernah ingin membuka memori lalu yang kemarin kau tutup rapat
    Aku tak pernah ingin menaruh harap
    Karena aku takut, kita tak lagi berjumpa di waktu esok
    Aku takut, takut tak mampu memandang kau ketika nanti aku bertandang

    Rindu ini sudah terlalu pekat untuk lagi tersakiti
    Biarlah cinta ini ku pendam sedalam senyuman terakhirmu untukku waktu itu

    00.04
    22 Sept 2013

  3. Bahasa Rindu

    Tuesday, January 14, 2014

    Mengukirmu dalam tiap lekuk memori
    Mengucap namamu dalam tiap sujud
    Berulang, namun hanya dalam selaksa jiwaku
    Sedalam kelu itu rinduku untukmu

    Mengeja lagi butir per butir kata katamu tentang rindu itu
    Tiada ucap selain syukur, ketika salam dalam tiap doaku menyapamu
    Kilo dan kilo meter jarak kita semakin tak berarti hari ini
    Karena aku mencintaimu dalam dekap ridho-Nya
    Tunggu Aku...

    04.48
    14 Januari 2014

  4. Via! I Love You!

    Sunday, January 5, 2014

    Luthvia Hidayani, biasa dipanggil Via atau panggilan manjanya “pi’ul”. Seonggok  perempuan dengan golongan darah O, yang amat dikenal dengan keseruannya dalam pergaulan, segala macam pergaulan sudah dijamahinya, dari pergaulan muslimah hingga pergaulan bebas hahaha maksudnya pergaulan bebas disini, doi itu ngga pernah milih-milih dalam bergaul, asal ga ribet, sikat bae.

    Via menurut saya adalah pribadi yang unik, yang mudah membuat orang nyaman berlama lama ngobrol dengannya. Walaupun terlihat santai dan slebor tapi dia masih bisa diajak ngobrol dengan aneka macam topik, dari tentang dapur sampai tentang politik, aseek!

    Doi punya kemampuan mendengarkan yang baik, dan tidak egois dengan pemikirannya, gak tau gak egois atau emang orangnya ikut bae, maklum sifat gol. Darah O hahaha tapi yang penting dia asik bingiits.

    Cewe dengan motor kopling kesayangannya yang akrab dipanggil “ganteng” ini akan begitu mudah emosi ketika orang-orang yang disayanginya ada yang mengganggu, dan hati-hati, kalo doi udah gak suka sama orang, biasanya susah ngilangin rasa gak sukanya, konsisten betul ibu ini ngambil sikap.

    Calon Ibu rumah tangga yang baik ini sangat dekat dengan ibundanya, Ibu Su’adah. Asiknya, doi bisa cerita segalanya ke ibunya, dari mulai kuliah, persahabatannya, sampe ke urusan percintaannya, seru deh kalo liat ibu dan anak ini lagi ngobrol, betawinya asoy hahaha

    Via dengan baik hatinya akan selalu mencoba mengingatkan saya akan hal-hal yang sering saya lupakan, dari mulai hal besar hingga hal kecil, sampai akhirnya saya menamakan dia Sekretaris pribadi hahaha beruntungnya punya teman yang pengertian akan tingkat kepikunan temannya yang bisa meningkat drastis ketika kegiatan sedang tumpuk menumpuk dalam satu waktu.

    Mungkin kalau harus menceritakan semua tentang Via, ga akan cukup dalam satu post ini, apa perlu dibuat biografinya nih? Hahaha
    Via, aku hanya ingin mencoba menuangkan ketertarikanku akan pribadimu dalam sebuah tulisan, mungkin belum menyeluruh, tapi secara garis besar, inilah pandangan ku akan dirimu yang begitu banyak menjadi bagian cerita dalam kehidupan kampusku. Semoga kita akan tetap menjadi cerita sampai nanti, walaupun bukan lagi dalam dunia kampus, senang bisa menjadi sahabat, keluarga dan bagian hidupmu Vi. Pesan singkatmu yang sangat ku suka “Khoiiirr! Senyum, I Love You!” I Love You Too Via :*

    Ini dia penampakan "Pi'ul"

    Via Ketika Muda, Masa muda masa yang berapi-api~

    Via yg tengah sibuk dengan posisi andalannya, Ibu Bendahara ketje!

    Hari ini, 5 Januari 2014, katanya sih doi sedang bertambah umur, kini umurnya 20 tahun. Alhamdulillah yah pi, masih diberikan kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.  Maaf sebelumnya, gak bisa hadir disampingmu hari ini, tapi Insya Allah hati kita selalu menyatu, ye kaaan?

    Pi, jadikan bertambahnya umurmu ini, sebagai momentum semakin dewasanya kamu, semakin jauh pemikiranmu, semakin sayangnya kamu ke keluarga, semakin sayangnya kamu ke aku dan geng muslimah tercintah.

    Semoga di umur kepala duamu ini , kawanmu bertambah dan lawanmu berkurang. Menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama, semakin menyenangkan, mendapatkan jodoh terbaik yang bisa membawamu menjadi pribadi yg lebih baik, bisa lulus tepat waktu, segala yang dicita-citakan mampu di raih. Dan yang terpenting, kamu mampu mengukir senyum bangga kedua orang tuamu, Aamiin.

    DIRGAHAYU LUTHVIA HIDAYANI!!
    I LOVE YOU!!
    Via dan Mentawreh 
    Via dan Yoelitzah
    Via dan Unyun
    Via dan Rence
    Kamu dan Aku


    Geng Muslimah personil Lengkap, We Love You Via~


  5. Lingkaranmu Tak Lagi Ramah Untukku

    Thursday, January 2, 2014



    Sesak di dadaku entah darimana begitu menekan
    Memaksaku untuk lagi meneteskan embun hangat di pipi
    Tapi kamu tak lagi berarti umtuk itu

    Percakapan kita baru saja dimulai
    Wajahmu pun baru beberapa pekan hadir di hariku
    Kita baru saja saling mengenal,
    Aku pun belum sempat melihat senyummu untuk kedua kalinya

    Melambung terlalu tinggi akan harap memang kadang akan sangat terpelanting
    Kamu tak seharum mawar tadi pagi
    Tak lebih setia dari embun subuh tadi
    Ya, maafkan aku yang kemarin melihatmu begitu berkilau

    Hari ini pelajaran darimu begitu kaya
    Terima kasih telah membuatku tidak berdiri lama dalam lingkaranmu
    Atas semua tatapmu yang ternyata begitu kosong
    Dan atas semua semangat yang tak sengaja kau tularkan dalam nadiku

    00.22
    30 Desember 2013

  6. Luka Dalam Kagumku Akan Kamu

    Wednesday, December 25, 2013




    Malam ini terasa begitu gigil
    Menyudutkan sepi berbalut duka yang semakin perih

    Luka tak mampu lagi kututupi
    Mataku terlalu bicara banyak tentang tega yang kau berikan

    Rindu akan sosokmu terlalu menggangu malam malamku
    Cobalah untuk sejenak mengerti tentang kata yang lama tertahan dibibirku
    Tentang cinta yang kelu terpendam dalam hati

    Cinta kita indah dalam diam, hanya tatapmu yang bercerita banyak tentang kasih
    Tapi, hari ini aku tak tau mau berkata apa
    Kau melenggang ringan meninggalkan aku dengan kata yang belum sempat ku ucap

    Menantimu, hanya sekedar ingin melihat senyummu sejenak
    Mendengar cerita tentang kamu, bahagia dengan hebatmu
    Tiap butir doa dipenghujung shalat, mengucap teratur namamu

    Tapi memang,
    Tidak semua keinginan harus didapatkan, kau mengajarkan aku tentang Ikhlas dengan perih..

    10.40 WIB
    25 Desember 2013
    Sekret DEMA FST

  7. Sepucuk Rindu

    Sunday, July 21, 2013



    Malam-malamku sudah terlalu sesak akan mimpi tentangmu
    Jarak dan waktu telah mengajarkan kita tentang perihnya rindu

    Malam ini kau telah mematahkan jarak sebagai alasan tertundanya pertemuan kita
    Kau datang ke kotaku
    Tapi aku belum jua mampu mengurai waktu untuk bisa menemuimu
    Kita bukan tidak berjodoh, hanya saja belum waktunya

    Ketika yang begitu dirindukan bertandang namun tak jua bisa ku pandang

    Tunggu aku di Kotamu


    23.00
    12 Juli 2013